Rabu, 07 Februari 2018

PUISIKU TENTANG KEINDAHAN




Pantai
Oleh : Tri handayani

Angin berhembus dengan lembut
Membuat hati tenang dan damai
Kapal-kapal mulai bergerak
Nelayan mulai berlayar

      Air bergelombang menghampiri
Mentari menyentuh dengan tajam
Seakan terasa sekali sentuhannya

Oh pantai . . .
Rasanya tak ingin menjauh darimu
Pasir yang selalu terkena air
Air yang selalu bergerak
 Menyejukkan suasana

      Kalau kau sirna
Bumi pertiwi tak indah
Pantai . . .
Manusia akan merawatmu
Dengan sebaik-baiknya

Lantas aku ingin kesana
Merasakan . . .
Betapa indahnya pantai
Melihat ombak berdesir
Bersyukurlah pada Maha Indah
Telah memberi anugerah
Yang tiada duanya

Simfoni Rumah Hijauku
Oleh : Tri Handayani

Indah nyaman terbayangkan
Saat aku membuka mata
Kau sangat jernih
Bagaikan  air yang bersih
Bila aku merawatmu
Kau akan berikan indahnya padaku
Hingga kau yang dulu kaku
Menjadi kuat sepertiku

Tak kusangka
Kau bisa tenangkan hatiku
Bila manusia menyakitimu
Kau kan merasa terluka
Setelah ku pergi ujung sana

Tapi tak usah khawatir
Dari hari ke hari
Manusia kan terbangun dari tidurnya
Betapa lingkungan sejuk di raga
Dimana hari maut menjemputku
Kau tak kan pernah mati
Tuk teman hidupku di  hari nanti


Lingkunganku
Oleh : Tri Handayani

Sekilas kau pancarkan indahmu selalu
Tapi sekarang …
Kau tinggal kenangan
Kau sudah tidak berarti lagi

                Manusia tiada mengenalmu
                Manusia tak peduli apa yang kau rasakan
                Manusia tak membuat senang
                Hanya sebuah harapan yang dinanti

        Kau dibiarkan begitu saja
        Nasibmu sangatlah malang
        Berapa pengorbananmu
        Tuk tetap jadi lingkungan

                        Kanku wujudkan mimpimu
                        Harapanmu, perjuanganmu
                        Selalu bersamamu


Lulus Sekolah
Oleh Tri Handayani

Selama ini kucari – cari
Sejuta ilmu yang terpendam
Tiap pagi aku pergi
Kau selalu teringat

                Tak sadar jarummu melangkah pasti
                Hingga akhirnya …
                Pergi …
                Membawa prestasi yang luar biasa
                Tuk bisa capai hidup

Ku duduk dalam hatiku sebagai sahabat
Kedekatanku padamu tak dapat terpisah
Kita saling membutuhkan
Meskipun berat mencekung punda
Demi masa depan


Syair Daun Menggambar Luka
Oleh : Tri Handayani

Datanglah musuh perang
Menghantam banyak orang
Pikirkan dengan kasih saying
Tak tahu orang pun menyerang

        Menyerah jauh dari semangat
        Sebelum rumah membara sangat
        Api yang panas jadikanlah ingat
        Sebelim rasa membuat sekarat

                Mudah Memakan semangka
                Tak bisa menghitung angka
                Sebagian dicuri si tua Bangka
                Pintu ambang – ambang ditutup dan dibuka

                        Separuh raga ikut menyumbang lara
                        Menusuk hati para pentara
                        Tak kuasa membuat cara
                         Tak bisa duga walau sedalam samudra



Tidak ada komentar:

Posting Komentar